purnama sukma dilukisnya duka
timang paraw angkasa raya
sajak perlahan lirih tercatat
diam-diam saja
ada wajah di sampingku
perempuan dia tersenyum
mengulur waktuku yang silam itu
ku ingin berkata
aku bisu terpekur diam
syukurku melambung
ku lukis wajahmu
tak henti-henti
inilah usai malam dalam catatan sajak
kembali aku terdiam
kembali pula kudapati tubuhku
aku mengenalnya
semestinya aku sadar
siapa sianak ini
terima kasih atas sejenak malam darimu
ku bahagia
jika kau mengerti.....
Jumat, 01 Oktober 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
