purnama sukma dilukisnya duka
timang paraw angkasa raya
sajak perlahan lirih tercatat
diam-diam saja
ada wajah di sampingku
perempuan dia tersenyum
mengulur waktuku yang silam itu
ku ingin berkata
aku bisu terpekur diam
syukurku melambung
ku lukis wajahmu
tak henti-henti
inilah usai malam dalam catatan sajak
kembali aku terdiam
kembali pula kudapati tubuhku
aku mengenalnya
semestinya aku sadar
siapa sianak ini
terima kasih atas sejenak malam darimu
ku bahagia
jika kau mengerti.....
Jumat, 01 Oktober 2010
Selasa, 02 Februari 2010
Ha..Ha...Ha....
aku masih ingin bernafas
untuk mngerti dirimu bisu
gadis manis pelepasan
kini kau lukai dirimu sendiri
bukan aku yang bijak
bukan aku yang bajuk
bukan aku yang membujuk
tapi kau yang takluk
jadi jngan salahkan aku
kalau kini ku menertawaimu
sebagai wanita tolol
ha...ha...ha....ha...
terima kasih kau telah pergi
itulah pengertianku kepadamu
selamat jalan....
aku masih ingin bernafas
untuk mngerti dirimu bisu
gadis manis pelepasan
kini kau lukai dirimu sendiri
bukan aku yang bijak
bukan aku yang bajuk
bukan aku yang membujuk
tapi kau yang takluk
jadi jngan salahkan aku
kalau kini ku menertawaimu
sebagai wanita tolol
ha...ha...ha....ha...
terima kasih kau telah pergi
itulah pengertianku kepadamu
selamat jalan....
Langganan:
Postingan (Atom)
